jump to navigation

Pimpinan Aliran Sesat Sabdo Kusumo Ditangkap Polisi December 30, 2009

Posted by informationmedia in syariah.
Tags: , , , , , ,
trackback

KUDUS – Setelah lama tak tersentuh hukum, akhirnya pimpinan sekaligus pendiri aliran sesat Sabdo Kusumo Kudus dicokok polisi.

Kusmanto Sujono alias Raden Sabda Kusuma alias Eyang Sabdo Kusumo ditangkap petugas Polres Kudus, Rabu malam (16/12/2009). Selain Eyang Sabdo Kusumo, petugas juga menahan istrinya, Sriana Aniqul Khunsta. Hingga saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif.

Akan tetapi, penangkapan Eyang Sabdo Kusumo tidak terkait tindakan penistaan agama dan penyebaran aliran sesat yang dilakukannya, melainkan karena yang bersangkutan telah melakukan pemalsuan dokumen kependudukan. Sabdo Kusumo memasukkan keterangan palsu akta autentik saat mengurus kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Pria berusia 40 tahun ini terbukti membuat dua Kartu Keluarga (KK) di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog dan Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Pada KK yang dibuat di Desa Klumpit, tercantum nama Kusmanto bin Nasran dan menikah dengan Siti Choiriyah binti Masmirun. Sementara KK yang di Desa Kauman,tertulis nama Raden Sabdo Kusumo bin Raden Sumowinoto yang menikah dengan Sriana Aniqul Khunsta binti Mirun.

Setelah ditelusuri, dalam kedua KK tersebut kedua orang yang dimaksudkan adalah sama.Hanya nama dan data penduduk lainnya yang berbeda.

“Hari ini, Sabdo resmi ditahan karena tuduhan memasukkan keterangan palsu akta autentik,” kata Kapolres Kudus AKBP M Mustaqim melalui Kasat Reskrim Iptu Suwardi.

Suwardi mengatakan, nama Sabdo yang asli adalah Kusmanto, namun dalam proses pengurusan surat-suratnya di Desa Kauman menggunakan nama Sabdo Kusumo. Berdasarkan Pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan Surat, Sabdo Kusumo dapat diancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

Menanggapi informasi penahanan terhadap Sabdo Kusumo, perwakilan masyarakat Desa Kauman yang juga perwakilan warga Menara Kudus, Maesah Anggni berharap, aparat kepolisian juga bisa segera menyelesaikan kasus yang sebelumnya, yaitu penodaan agama dan penyebaran aliran sesat.

…warga Menara Kudus berharap agar aparat kepolisian juga bisa segera menyelesaikan kasus yang sebelumnya, yaitu penodaan agama dan penyebaran aliran sesat…

“Dengan adanya penahanan terhadap Sabdo, tentu proses penyelidikan terkait kasus pengubahan kalimat syahadat bisa lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, aliran sesat Sabdo Kusumo yang berada di lingkungan komplek Masjid Menara Kudus ini meresahkan warga karena mengajarkan doktrin-doktrin sesat, di antaranya: merubah kalimat syahadat baru: ”Asyhadu anna Sabda Kusuma Rasulullah,” yang seharusnya berbunyi berbunyi: ”Asyhadu anna Muhammadan Rasululllah.”

Dengan syahadat baru ini, mereka meyakini Kusmanto, sang pendiri sebagai nabi dan rasul keturunan Sunan Gunung Jati. Kepada jemaatnya, Sabdo Kusumo menjanjikan kepastian masuk surga bersama tujuh turunan sebelum dan sesudahnya.

Bejatnya, sabdo Kusumo juga melakukan membai’at para pengikutnya di pegunungan atau tempat-tempat sunyi dengan cara telanjang bersama tanpa memisahkan jemaat laki-laki dan perempuan.

bejatnya, sabdo Kusumo juga melakukan membai’at para pengikutnya di pegunungan atau tempat-tempat sunyi dengan cara telanjang bersama tanpa memisahkan jemaat laki-laki dan perempuan…

Merespon keberadaan Sabdo Kusumo yang meresahkan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus mengeluarkan fatwa sesat, karena jelas-jelas telah menyimpang dari ajaran Islam. Fatwa tersebut tertuang dalam surat resmi MUI Kudus dengan nomor surat K.30/MUI/XI/2009. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum Muhammad Syafiq Nashan dan Sekretaris Umum Ahmad Mundakir tertanggal 10 November 2009.

Dengan dikeluarkannya fatwa tersebut, MUI berharap agar aparat kepolisian segera menindak pemimpin aliran tersebut.

Tetapi fatwa MUI Kabupaten Kudus itu sama sekali tidak menyurutkan aktivitas Sabdo Kusomo. Kusmanto Sujono, sang pendiri aliran ini malah menantang warga lingkungan Menara Kudus untuk bersumpah.

Keresahan warga Menara Kudus makin memuncak ketika para pengikut aliran Sabdo Kusumo mengancam warga Menara melalui SMS berbahasa Jawa, yang menyebutkan bahwa jamaah Sabdo akan menyerang orang-orang yang melaporkan Sabdo Kusumo ke polisi.

Tak terbendung amarahnya, warga pun serbtu rumah rumah nabi palsu Sabdo Kusumo, Sabtu (12/13) dari siang hingga malam hari. [taz/si/ant](voa-islam.com)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: