jump to navigation

Resolusi Thanthawi Tentang Pelarangan Cadar Ditolak November 9, 2009

Posted by informationmedia in syariah.
Tags: , , , ,
trackback

Resolusi Thanthawi Tentang Pelarangan Cadar Ditolak

Posted: 08 Nov 2009 09:20 AM PST

thantawiSejumlah orang tua, dan Dekan Institut Al-Azhar menolak untuk melaksanakan resolusi Dr. Muhammad Sayed Thanthawi untuk memaksa para mahasiswi bercadar agar melepaskan cadarnya. Sementara sebagian mereka tidak mampu melaksanakan resolusi itu, karena para mahasiswi bertekad untuk memakai cadar. Ini merupakan tantangan kepada Syaikh Al-Azhar setelah krisis pelepasan cadar terhadap seorang mahasiswi Al-Azhar pada saat inspeksi ke Institut Al-Azhar Ahmad Al-Libya, di kota Nasr pada awal tahun ajaran sekarang ini.

Terungkap dari laporan yang disampaikan oleh para kepala distrik Al-Azhar kepada Syaikh Al-Azhar, yang menjelaskan tentang tidak dilaksanakannya resolusi Dewan Tertinggi Al-Azhar, yang telah mengeluarkan resolusi untuk melarang pemakaian cadar di dalam semua Institut Al-Azhar yang tidak ada laki-lakinya, namun memberikan pilihan untuk memakainya di luar ruang perkuliahan, sebagai sesuatu yang sifatnya pribadi.

Menghadapi persoalan ini, Thanthawi mempersiapkan rencana tahapan pelaksanaannya dalam tiga tahap untuk meyakinkan para pemudi agar melepaskan (tidak memakai) cadar.

Pertama, melakukan melakukan kampanye besar-besaran bagi para mahasiswi untuk meyakinkan mereka bahwa cadar itu tradisi, bukan ibadah, dan tidak ada hubungannya dengan agama Islam, melalui penerbitan instruksi kepada para Syaikh di lingkungan Al-Azhar untuk mengadakan seminar bagi para mahasiswi bercadar dan berusaha meyakinkannya agar melepaskan (tidak memakai) cadar.

Kedua, Al-Azhar memberikat surat peringatan kepada para orang tua mahasiswi bercadar yang isinya meminta mereka untuk membujuk anak perempuannya yang bercadar agar melepaskan cadarnya, sebab jika tidak, mereka akan dikeluarkan dari institut sebagai perwujudan pelaksanaan terhadap resolusi.

Ketiga, Al-Azhar melarang mahasiswi bercadar manapun untuk memasuki Institut Al-Azhar apabila tidak menanggapi peringatan.

Namun, sejumlah orang tua mengancam, ketika mahasiswi bercadar dilarang memasuki Institut Al-Azhar, untuk mendorong anak-anak perempuan mereka agar melakukan pemogokan, demontrasi, dan mengorganisir aksi protes sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan yang memaksa mereka melepaskan cadar.

Di samping itu, para dosen perempuan bercadar di semua institut Al-Azhar yang jumlahnya sekitar 20 persen dari jumlah dosen perempuan, menolak untuk melaksanakan resolusi Syaikh Al-Azhar yang melarang pemakaian cadar, bahkan mereka mendapatkan dukungan dari para dekan perempuan Al-Azhar yang memandang bahwa mengenakan cadar adalah kebebasan bagi setiap orang. (mediaumat.com)

Comments»

1. sandhi - December 15, 2009

MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang
HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

Jawaban :
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi – penj ).
Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, APABILA TIDAK ADA FITNAH.

Keterangan :

(a) Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):

(وَجَمِيْعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إلاَّ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا). بَاطِنَهُمَا وَظَاهِرَهُمَا فِيْ اْلأَصَحِّ وَهُوَ الْمُخْتَارُ. وَ ذِرَاعُ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ فِيْ ظَاهِرِ الرِّوَايَةِ وَهِيَ اْلأَصَحُّ. وَعَنْ أَبِيْ حَنِيْفَةَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ (وَ) إِلاَّ (قَدَمَيْهَا) فِيْ أَصَحِّ الرِّوَايَتَيْنِ بَاطِنِهِمَا وَظَاهِرِهِمَا الْعُمُوْمِ لِضَرُوْرَةِ لَيْسَا مِنَ الْعَوْرَةِ فَشَعْرُ الْحُرَّةِ حَتىَّ الْمُسْتَرْسَلِ عَوْرَةٌ فِيْ اْلأَصَحِّ وَعَلَيْهِ الْفَتَوَي

Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya.

(b) Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :

(قَوْلُهُ إِلىَ أَجْنَـبِّيَةِ) أَي إِلىَ شَيْءٍ مِنْ اِمْرَأَةٍ أَجْنَـبِّيَّةٍ أَي غَيْرِ مَحْرَمَةٍ وَلَوْ أَمَةً وَشَمِلَ ذَلِكَ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا فَيَحْرُمُ النَّظَرُ إِلَيْهَا وَلَوْ مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ أَوْ خَوْفٍ فِتْنَةٍ عَلىَ الصَّحِيْحِ كَمَا فِيْ الْمِنْحَاجِ وَغَيْرِهِ إِلىَ أَنْ قَالَ وَقِيْلَ لاَ يَحْرُمُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى ” وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا” وَهُوَ مُفَسَّرٌ بِالْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ وَالْمُعْتَمَدُ اْلأَوَّلُ. وَلاَ بِتَقْلِيْدِ الْـثَانِيْ لاَسِيَّمَا فِيْ هَذَا الزَّمَانِ الَّذِيْ كَثُرَ فِيْهِ خُوْرُجُ النِّسَاءِ فِيْ الطُّرُقِ وَاْلأَسْوَاقِ وَشَمِلَ ذَلِكَ أَيْضًا شَعْرَهَا وَظَفْرَهَا.

(PENDAPAT PERTAMA) (Perkataannya atas yang bukan mahram / asing) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. PENDAPAT LAIN (KEDUA) menyatakan atau dikatakan (qila) tidak haram sesuai dengan firman Allah “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).
PENDAPAT PERTAMA (yang mengharamkan) LEBIH SAHIH, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku.

SUMBER :
Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), halaman123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh; Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jatim dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.

Di dalam Kitab Tafsir Jalalain, karya Jalaluddin ibn Muhammad Al-Mahalli رحمه الله dan Jalaluddin ibn Abi Bakrin as-Suyuthi رحمه الله; digunakan di hampir seluruh dunia dan pondok-pondok pesantren di Indonesia sejak masa dahulu; disebutkan:

 Tafsir QS. An-Nuur : 31: وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا (…dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya), yaitu :
“wajah dan kedua telapak tangan, maka dibolehkan terlihat lelaki asing jika tidak takut terjadi fitnah; pada satu pendapat. Pendapat kedua, diharamkan terlihat (wajah dan telapak tangan) karena dapat mengundang fitnah, (pendapat ini) kuat untuk memutus pintu fitnah itu.”

 Tafsir QS.Al-Ahzaab: 59 tentang jilbab, يُدْنِــينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ (…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…), yaitu :
“Bentuk jamak dari jilbab, yaitu pakaian besar yang menutupi perempuan, yaitu menurunkan sebagiannya ke atas wajah-wajah mereka ketika keluar untuk suatu keperluan hingga tidak menampakkannya kecuali hanya satu mata saja.”

Istilah “qila” ( = dikatakan) dinyatakan dengan bentuk kalimat pasif biasa digunakan oleh para ulama ahli hadits untuk menunjukkan bahwa riwayat dan pendapat itu lemah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: