jump to navigation

Pembangunan Hutan Tani Rakyat Dengan Pola Syariah October 24, 2009

Posted by informationmedia in Economics.
Tags: , , , ,
trackback

Tuesday, 20 October 2009

ImageJAKARTA: Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Agustianto, mengusulkan pembiayaan hutan tanaman rakyat (HTR) yang dikucurkan pemerintah menggunakan pola syariah mudharabah muqayyadah off balance sheet yang menjadikan bank sebagai konsultan atau arranger saja. Dengan pola ini, bagi hasil yang disetorkan kepada BLU (Badan Layanan Umum) Departemen Kehutanan selaku shahibul mal, bisa   lebih murah, yaitu  dengan  fee 2 %.

“Pola mudharabah muqayyadah off balance sheet jauh lebih murah biayanya jika dibandingkan pola on balance sheets atau pola syariah lainnya,” ujar Agustianto dalam seminar dan workshop  bertema Pembiayaan HTR dengan Pola Syariah yang diselenggarakan BLU  Dephut dan Forum Wartawan Kehutanan, kemarin di Hotel Bidakara Jakarta.

Murahnya pembiayaan itu, lanjutnya, disebabkan bank syariah tidak menanggung resiko macet dan tidak berkewajiban melakukan penagihan.. Dana pemerintah tidak masuk dalam pasiva bank syariah. Meskipun demikian, cicilan dapat disetor ke bank syariah yang menjadi mitra BLU Dephut.

Agustianto mengatakan pihak bank hanya bertindak sebagai konsultan yang memperoleh fee jasa sebesar 2%. “Namun tanggung jawab jika terjadi kredit macet dari para petani tetap berada pada Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) atau BLU Departemen Kehutanan,” katanya.

Menurut dia,  pembiayaan pola mudharabah muqayyadah off balance sheet itu sebenarnya lembaga P3H berhubungan langsung dengan petani, tanpa menggunakan lembaga intermediasi . “Jika P3H menggunakan pihak ketiga secara on balance sheet atau  perbankan konvensional sebagai mediator, maka costnya bagi petani,makin mahal, bias . mencapai 12%, Pahal harga margin dasar hanya 7 %. ” katanya.

Beban pembiayaan sebesar 12% yang diberlakukan bank konvensional tetap berdampak dalam penyaluran dana kepada para petani yang akan mengelola hutan tanaman rakyat tersebut. Hal itu memberatkan bagi petani.

Namun jika P3H tetap menginginkan pertanggungjawaban pihak bank syariah melalui pola mudharabah muqayyadah on balance sheet  yang mana pihak bank tetap bertanggung jawab penuh, apabila terjadi risiko pengembalian dana pinjaman (kredit macet), maka biaya yang dibutuhkan untuk operasionalisasinya bisa lebih besar juga sebagaimana bank konvensional,  yakni mencapai 12%. P3H tentu tidak mau harganya menjadi mahal seperti itu.

Sementara itu Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Dephut, Deny Kustiawan, mengatakan bahwa pemerintah akan mengucurkan dana Rp 1,69 triliun dan untuk tahun mendatang menjadi Rp 5,4  triliun. Dana itu untuk area 226.680 ribu hektare. gie

Salah satu pola yang diterapkan adalah system syariah. Ini diberikan bagi para pemegang izin hutan tanaman rakyat untuk mengembangkan hutan. Menurutnya ini diharapkan dapat dilakukan segera setelah peralihan menteri atau sebelum akhir tahun ini. Dephut mengalokasikan 5,4 juta hektare untuk usaha hutan tanaman rakyat

‘’Banyak juga masyarakat di kawasan timur yang ingin memakai pola syariah. Karena itu, saat ini kita pelajari dulu seperti apa pola syariah,’’ kata Deny kepada Republika, Senin (19/10).

Alokasi tahap pertama itu tersebar di delapan provinsi yang ada di 102 kabupaten di Sumatra dan Kalimantan. Izin usaha hutan tanaman rakyat ini diberikan kepada perorangan dan koperasi masyarakat. Dephut merencanakan selesai melakukan alokasi lahan pada 2010, dengan rata-rata realisasi setiap tahunnya 1,4 juta hektare. (www.iaeipusat.org)

Comments»

1. adek - October 24, 2009

Kira2 bank syariah mau gak ya menyalurkan pembiayaan untuk hutan tani rakyat. Atau mungkin diambilalih aja sama pemerintah, misalnya melalui pos APBD atau APBN yang sumber anggarannya berasal dari SUKUK. Pilihan lainnya melalui Bank BUMN yang jaringan kantornya sudah menjangkau sampai ke pelosok atau desa-desa🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: