jump to navigation

Akademisi Unair : Manifesto Hizbut Tahrir jauh Lebih baik, lebih detail dan lebih kongkret dan Luar Biasa June 16, 2009

Posted by informationmedia in politics.
Tags: , , , , ,
trackback

Posted: 11 Jun 2009 01:30 AM PDT

Wujud nyata kepedulian Hizbut Tahrir untuk Indonesia, makin kental dihadirkan ditengah-tengah umat. Masyarakat telah melihat bahwa Hizbut Tahrir secara istiqomah mengkampanyekan Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan menegaskan saatnya Islam memimpin dunia dengan Syariah Khilafah. Kini diawali sukses dalam peluncuran buku Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia: Indonesia, Khilafah, dan Penyatuan Kembali Dunia Islam, pada Halaqah Islam Peradaban (HIP) di Jakarta (21/5/09), maka beberapa hari yang lalu (31/05/09) Hizbut Tahrir DPD HTI Jatim mengangkat hal yang sama dalam HIP di Gedung Dakwah HTI DPD Jatim. Dikatakan oleh Ketua DPD HTI Kota Surabaya, manifesto Hizbut Tahrir untuk indonesia sebagai jalan baru menuju ke arah yang dicita-citakan umat islam Indonesia juga dunia.

Acara yang mengundang tokoh-tokoh ormas dan parpol serta instansi pemerintah dan swasta di Surabaya ini, hadir sebagai pembicara Ketua DPD HTI Jatim, Ustadz Khoiri Sulaiman, S.Si dan Anggota DPD HTI Jatim Ustadz Drs. Taufiq NIQ, MEI. Selain itu juga menghadirkan Dosen Sosiologi Unair  Novri Susan MA dan  Imron Mawardi, SP, M.Si dari cyberd departement Ekonomi Syariah FE Unair sebagai penelis.

Dalam pengantar acara HIP yang didedikasikan untuk Islam dan Ummat Muhammad SAW ini kata ustadz Fikri A. Zudiar representasi DPD HTI Jatim,  ditegaskan arti penting hadirnya manifesto Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir memberikan guidence untuk memperjelas apa yang sudah ada dan menjadi keyakinan umat islam. Karena tatkala umat islam mencita-citakan kehidupan Islam, namun disisi lain masih adanya ketidakjelasan, kegamangan dan kekaburan terhadap suatu kehidupan Islam ditengah umat islam.

Kehadiran manifesto ini menjelaskan tentang Islam kepada khalayak bahkan non muslim karena mungkin islam yang selama ini di dengar dan dipahami tidak sebagaimana diajarkan Islam. Hal ini karena adanya serangan pemikiran dan politik dalam isi kandungan Islam oleh kafir barat dan melalui tangan-tangan anak umat islam berupa liberalisme dan sekulerisme dan munculnya islamphobia, syariahphobia. Oleh karennya Hizbut Tahrir menyiapkan fikrah-fikrah islam yang dilandasi Aqidah Islam, kemudian disosialisasikan melalui pembinaan-pembinaan diseluruh dunia sehingga terwujudnya kesadaran untuk diatur dalam kehidupan Islam.

Bermula penjelasan definisi politik dalam pandangan Islam bahwa politik adalah urusan yang mengurusi umat, Ustadz Khoiri Sulaiman, S.Si menyampaikan potensi sumber daya manusia dan alam yang dimiliki negeri-negeri islam. Selain itu dituturkan pula, islam memiliki sistem pemerintahan yang unik yakni sistem Khilafah dengan empat pilar pemerintahan meliputi kedaulatan ditangan syara’, kekuasaan di tangan umat, wajib mengangkat satu khalifah serta Khalifah berhak mentabani hukum Syara’.

Dalam pemaparan manifesto berikutnya, dilanjutkan Ustadz Taufiq NIQ terkait dengan ekonomi. Sistem ekomomi merupakan persoalan pemenuhan kebutuhan manusia dengan alat pemenuhan kebutuhan yang tersedia. Sistem ekonomi, politik, sosial sekulerisme-kapitalisme pasti menimbulkan fasad bukan rahmat sehingga tidak layak untuk diterapkan. Anggota DPD HTI Jatim sekaligus pakar enterpreneurship STIS SBI Surabaya ini, menyampaikan negeri-negeri islam hancur karena sistem ekonomi kapitalis memposisikan negara sebagai negara korporasi. Berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, Ekonomi Islam diasas oleh Aqidah Islam yang mengajarkan harta adalah lillah (milik Alloh SWT), maka Alloh SWT menyertakan aturan agar harta itu bisa digunakan manusia. Islam mengatur kepemilikan individu, umum maupun negara. Islam memberikan cara kepemilikan, cara pengelolaan dan pengembangan harta. Islam juga mengajarkan sistem belanja negara dan konsep Baitul Maal. Hal ini makin menunjukkan perbedaanya dengan konsep ekonomi materialisme baik sosialisme maupun kapitalisme yang keduanya tidak mampu memberi solusi terhadap persoalan pemenuhan kebutuhan manusia dan keduanya tak layak dipercaya untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dalam kehidupan manusia.

Dalam telaah kritisnya Novri Susan,MA menyatakan manifesto yang dibangun Hizbut Tahrir mengenai konsep politik dan kenegaraan yang berpengaruh besar kepada hajat hidup orang banyak, adalah wacana yang menarik. Jauh Lebih baik, lebih detail dan lebih kongkret  dibanding manifesto komunisme yang diinisiasi oleh beberapa gerakan komunis di perancis di abad 19 dalam menjawab persoalan-persoalan yang muncul dr kapitalisme. Dosen Sosiologi Unair ini, menyampaikan tantangan yang diberikan oleh manifesto komunis terhadap sistem kapitalisme sebagai sistem yang ekploitatif membahayakan dan merugikan masyarakat yang selalu ditindas dan tidak bisa memenuhi kebiutuhan dasar basic need. Maka tatkala terjawabnya tantangan itu oleh kapitalisme melalui persekutuannya dengan kolonialisme, juga dibarengi terjadi ambruknya komunisme dengan ditandai runtuhnya unisovyet.

Beliau menyatakan sepakat dengan pandangan Islam terhadap demokrasi yang mengalami kriris sebagai suatu sistem pengelolaan pemerintahan terlebih di negara berkembang. Demokrasi tidak mampu menyentuh entitas batiniah atau keinginan warga, yang selalu muncul adalah klaim warga selalu bersalah karena tidak mengikuti prosedur demokrasi. Demokrasi juga tidak dapat membuktikan bahwa ia milik publik tapi kembali kepada elite politik. Melihat perkembangan demokrasi yang komplek menjadi 13 model, harapan beliau kepada Hizbut Tahrir harus mampu menjawab semua tantangan yang muncul dari setiap model demokrasi, karena manifesto ini sebagai blue print yang sedang diperjuangkan. Mengutip apa yang disampaikan ibnu khaldun, beliau menambahkan “ketika satu kelompok itu menjadi kuat hizby (berjamaah,red) dengan konsep politik yang jelas  dan penawaran government yang bagus pemerintahan maka bukan tidak mungkin konsep itu bisa berjalan, nah selamat berjuang dengan hal itu”.

Sementara itu menurut Imron Mawardi FE Unair, manifesto HT ini tanpa bertanyapun kalau ini adalah dari Islam pasti benar. Beliau menyatakan ini merupakan momentum untuk kebangkitan islam, melalui ekonomi islam. Untuk mensyariatkan dunia menurut beliau melalui jalur ekonomi, kemudian bagaimana ekonomi islam ditegakkan, ungkap beliau saat ini menemukan momentumnya. Ketika ekonomi syariah itu betul-betul bisa mejawab kemiskinan, ketidakadilan ekonomi dihilangkan dengan sistem ekonomi islam maka akan mudah sekali mengarah ke hal yang lebih besar yakni Khilafah. Diakhir kritiknya disampaikan manifesto ini secara ekonomi adalah sesuatu yang luar biasa dan harus didukung dengan moral yang baik.

Sampai akhir sesi tanya jawab halaqah yang pandu ustadz Muhammad Ismail diikuti antusias oleh seluruh peserta. Wujud real perjuangan Hizbut Tahrir dalam manifesto ini akan dan telah secara istiqomah didakwahkan sehingga akan menjadi bahan diskusi dan perbincangan ditengah umat. Pada akhirnya masyarakat secara nyata mendukung sistem kehidupan dibawah naungan Khilafah Islam untuk mencapai kesejahteraan. (asr/lijatim)

 Source: Hizbut Tahrir

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: