jump to navigation

BI: “Bank Syariah Butuh Funding Besar” May 9, 2009

Posted by informationmedia in finance.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Rabu, 06 Mei 2009
Jakarta, (6/5). Pakar ekonomi syariah dan sekaligus peneliti Direktor Perbankan Syariah (DPbS) Bank Indonesia, Ascarya pada kesempatan seminar Sharia Goes to Campus yang di selenggarakan di Universitas Indonesia (UI) Depok mengungkapkan bahwa untuk saat ini bank syariah membutuhkan dana funding besar untuk disalurkan dalam pembiayaan (landing).

“Jika funding bank syariah rendah pergerakan bisnis bank syariah sulit untuk bergerak dengan cepat,” kata Ascarya.

Lebih lanjut diakuinya, pembiayaan  bank syariah saat ini sangat besar, ditunjukkan dari  data statistik perbankan syariah dimana financing to deposit ratio (FDR) bank syariah diatas 100%. Dengan FDR sebesar itu bank syariah sangat kekurangan funding untuk disalurkan pada sektor riil.

“Maka diperlukan strategi-strategi jitu bank syariah dalam bersaing dengan  bank konvensional dalam merebut funding di market,” ujar Ascarya.

Salah satu strategi untuk mengejar funding, kata Ascarya, bank syariah harus membuat kreasi agar diterima oleh pasar, salah satunya adalah dengan membuat inovasi produk yang tak dimiliki oleh bank konvensional. “Serta memiliki positioning tersendiri sebagai bank syariah yang mengedepankan nilai-nilai etik,” paparnya.

Bank Syariah Harus Bidik Pengusaha

Dari sisi segmentasi pasar, Ascarya masih melihat bahwa pasar bank syariah adalah floating mass (massa menggambang) yang sewaktu-waktu bisa berubah-rubah.  Maka dari itu, Ia menyarankan dalam mengejar funding, bank syarih sebaiknya membidik funding dari para pengusaha yang selama ini memiliki modal yang besar. “Saya rasa ini sangat membantu bagi  perbankan syariah,” ujarnya.

Sementara, pengamat ekonomi dari Pro Islamic Microfinance, M. Iwan Naziran, menegaskan bahwa sistem ekonomi syariah adalah universal, terutama bagi umat Islam atau non Muslim.

Bagi orang Muslim, sistem ekonomi syariah memberikan nilai tersendiri bukan hanya sekedar dunia tapi juga akherat. Sedangkan bagi non Muslim, sistem ekonomi syariah memberikan prinsip transparan dan adil hal ini yang tak dimiliki oleh sistem ekonomi kapitalis yang cenderung gharar dan maisir.

“Untuk mengejar funding tersebut semua tergantung dari bank syariah mampukan mengemas isu tersebut dalam memasarkan produknya sehingga bank syariah bisa kompetitif,” tegas Iwan. (Agus Y www.pkesinteraktif.com)

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: