VIDEO Wawancara Jubir HTI Tentang Ibadah Haji December 30, 2009
Posted by informationmedia in video.add a comment
Jeritan Remaja 14 Tahun untuk Palestina December 30, 2009
Posted by informationmedia in video.Tags: gaza, islam, israel, kafir, konflik, muslim, palestina, remaja, yahudi
add a comment
remaja-remaja amerika masuk islam setelah 9/11 (liputan FOX NEWS) December 30, 2009
Posted by informationmedia in video.Tags: cewe, cowo, islam, laki, muallaf, muda, mudi, perempuan, pria, remaja, wanita
add a comment
Pimpinan Aliran Sesat Sabdo Kusumo Ditangkap Polisi December 30, 2009
Posted by informationmedia in syariah.Tags: aliran, islam, kudus, kusumo, polisi, sabdo, sesat
add a comment
KUDUS – Setelah lama tak tersentuh hukum, akhirnya pimpinan sekaligus pendiri aliran sesat Sabdo Kusumo Kudus dicokok polisi.
Kusmanto Sujono alias Raden Sabda Kusuma alias Eyang Sabdo Kusumo ditangkap petugas Polres Kudus, Rabu malam (16/12/2009). Selain Eyang Sabdo Kusumo, petugas juga menahan istrinya, Sriana Aniqul Khunsta. Hingga saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif.
Akan tetapi, penangkapan Eyang Sabdo Kusumo tidak terkait tindakan penistaan agama dan penyebaran aliran sesat yang dilakukannya, melainkan karena yang bersangkutan telah melakukan pemalsuan dokumen kependudukan. Sabdo Kusumo memasukkan keterangan palsu akta autentik saat mengurus kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).
Pria berusia 40 tahun ini terbukti membuat dua Kartu Keluarga (KK) di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog dan Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Pada KK yang dibuat di Desa Klumpit, tercantum nama Kusmanto bin Nasran dan menikah dengan Siti Choiriyah binti Masmirun. Sementara KK yang di Desa Kauman,tertulis nama Raden Sabdo Kusumo bin Raden Sumowinoto yang menikah dengan Sriana Aniqul Khunsta binti Mirun.
Setelah ditelusuri, dalam kedua KK tersebut kedua orang yang dimaksudkan adalah sama.Hanya nama dan data penduduk lainnya yang berbeda.
“Hari ini, Sabdo resmi ditahan karena tuduhan memasukkan keterangan palsu akta autentik,” kata Kapolres Kudus AKBP M Mustaqim melalui Kasat Reskrim Iptu Suwardi.
Suwardi mengatakan, nama Sabdo yang asli adalah Kusmanto, namun dalam proses pengurusan surat-suratnya di Desa Kauman menggunakan nama Sabdo Kusumo. Berdasarkan Pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan Surat, Sabdo Kusumo dapat diancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun.
Menanggapi informasi penahanan terhadap Sabdo Kusumo, perwakilan masyarakat Desa Kauman yang juga perwakilan warga Menara Kudus, Maesah Anggni berharap, aparat kepolisian juga bisa segera menyelesaikan kasus yang sebelumnya, yaitu penodaan agama dan penyebaran aliran sesat.
…warga Menara Kudus berharap agar aparat kepolisian juga bisa segera menyelesaikan kasus yang sebelumnya, yaitu penodaan agama dan penyebaran aliran sesat…
“Dengan adanya penahanan terhadap Sabdo, tentu proses penyelidikan terkait kasus pengubahan kalimat syahadat bisa lebih mudah dilakukan,” ujarnya.
Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, aliran sesat Sabdo Kusumo yang berada di lingkungan komplek Masjid Menara Kudus ini meresahkan warga karena mengajarkan doktrin-doktrin sesat, di antaranya: merubah kalimat syahadat baru: ”Asyhadu anna Sabda Kusuma Rasulullah,” yang seharusnya berbunyi berbunyi: ”Asyhadu anna Muhammadan Rasululllah.”
Dengan syahadat baru ini, mereka meyakini Kusmanto, sang pendiri sebagai nabi dan rasul keturunan Sunan Gunung Jati. Kepada jemaatnya, Sabdo Kusumo menjanjikan kepastian masuk surga bersama tujuh turunan sebelum dan sesudahnya.
Bejatnya, sabdo Kusumo juga melakukan membai’at para pengikutnya di pegunungan atau tempat-tempat sunyi dengan cara telanjang bersama tanpa memisahkan jemaat laki-laki dan perempuan.
bejatnya, sabdo Kusumo juga melakukan membai’at para pengikutnya di pegunungan atau tempat-tempat sunyi dengan cara telanjang bersama tanpa memisahkan jemaat laki-laki dan perempuan…
Merespon keberadaan Sabdo Kusumo yang meresahkan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus mengeluarkan fatwa sesat, karena jelas-jelas telah menyimpang dari ajaran Islam. Fatwa tersebut tertuang dalam surat resmi MUI Kudus dengan nomor surat K.30/MUI/XI/2009. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum Muhammad Syafiq Nashan dan Sekretaris Umum Ahmad Mundakir tertanggal 10 November 2009.
Dengan dikeluarkannya fatwa tersebut, MUI berharap agar aparat kepolisian segera menindak pemimpin aliran tersebut.
Tetapi fatwa MUI Kabupaten Kudus itu sama sekali tidak menyurutkan aktivitas Sabdo Kusomo. Kusmanto Sujono, sang pendiri aliran ini malah menantang warga lingkungan Menara Kudus untuk bersumpah.
Keresahan warga Menara Kudus makin memuncak ketika para pengikut aliran Sabdo Kusumo mengancam warga Menara melalui SMS berbahasa Jawa, yang menyebutkan bahwa jamaah Sabdo akan menyerang orang-orang yang melaporkan Sabdo Kusumo ke polisi.
Tak terbendung amarahnya, warga pun serbtu rumah rumah nabi palsu Sabdo Kusumo, Sabtu (12/13) dari siang hingga malam hari. [taz/si/ant](voa-islam.com)
Denmark Abaikan Tuntutan Umat Islam Dan Serukan untuk Lepas Jilbab December 29, 2009
Posted by informationmedia in politics.Tags: cewe, denmark, hijab, islam, jilbab, muslimah, perempuan, syariah
add a comment
Menteri Tenaga Kerja dan Kesetaraan Denmark, Inger Stojberg menuduh Organisasi Islam Al-Iman menghalangi integrasi kaum Muslim ke dalam budaya masyarakat Denmark.
Tuduhan itu dikeluarkan setelah organisasi Islam tersebut menolak kunjungan menteri kepada mereka. Penolakan itu dilakukan, mengingat kunjungan menteri kepada mereka itu bukan untuk penyelesaian masalah-masalah kaum Muslim dan tuntutan mereka, seperti rasisme dan diskriminasi terkait lapangan pekerjaan, namun kunjungannya itu hanya akan membicarakan mengenai bagaimana mengintegrasikan mereka dalam kebudayaan dan tradisi masyarakat Denmark.
Menteri telah menyampaikan niatnya untuk mengunjungi organisasi Islam itu dalam rangka kampanye tentang kesetaraan gender, yang saat ini sedang gencar disuarakan di Denmark. Bahkan menteri itu menegaskan bahwa ia tidak akan membahas masalah-masalah ketenagakerjaan dalam kunjungan tersebut.
Sebelumnya, menteri itu telah mengatakan yang menunjukkan sikap rasis terhadap kaum Muslim, yaitu bahwa perempuan Muslim yang tidak melepas hijabnya pada saat memasuki bursa kerja, akan kehilangan hak untuk mendapatkan pekerjaan dari pemerintah.
Inilah yang membuat organisasi Islam itu menegaskan bahwa menteri ini telah melanggar undang-undang kebebasan yang dijamin oleh Konstitusi Denmark. (mediaumat.com)
Perempuan Muslimah Tak Boleh Mengenakan Jilbab di Sekolah-Sekolah Jerman December 29, 2009
Posted by informationmedia in politics.Tags: cewe, hijab, islam, jilbab, muslimah, perempuan, wanita
add a comment

Syabab.Com – Barat kembali mengebiri hak-hak asasi manusia yang biasa mereka gembor-gemborkan. Baru-baru ini, seorang pejabat senior di Jerman mengatakan bahwa perempuan muslim tidak boleh mengenakan jilbab di sekolah-sekolah di Jerman. Pernyataan pejabat senior tersebut menyebabkan perdebatan sengit tentang bagaimana meningkatkan itegerasi dari empat juta Muslim yang tinggal di Jerman, mengatakan “Islam untuk semua.”
Pernyataan rasisme terhadap imigran Turki dan Arab oleh Kepala Bangk Sentral dan juga salah seorang politisi yang paling keras, Thilo Sarrazin terdengar pada awal Oktober dan tidak menyebabkan pengunduran dirinya.
Namun, pernyataannya baru-baru ini yang memberikan proposal untuk menghapus jilbab dari sekolah mendapat dukungan tidak hanya dari politis dari partai, tetapi juga dari para pejabat pendidikan.
“Mereka adalah simbol kekuasaan laki-laki atas wanita,” kata Sarrastin dalam sebuah konferensi mengenai masalah integerasi, yang berlangusng pada 13 Desember di Berlin. “Saya akan melarang jilbab di sekolah-sekolah,” katanya, yang juga menyebut jilbab “bukan religius, tetapi simbol politik.”
Mayoritas Muslim Jerman adalah keturunan Turki yang datang untuk membangun kembali negara ini setelah Perang Dunia Kedua. Pihak berwenang di Jerman semakin khawatir bahwa kurangnya integrasi minorias di dekade mendatang akan mempengaruhi pasar tenaga kerja terampil, dan dengan demikian berpengaru pada perekonomian yang secara tradisional tergantung pada tenaga kerja terampil.
Menurut Sarrastina, perlu untuk memperkenalkan kuota imigrasi yang ketat dan minoritas memerlukan upaya yang lebih besar untuk mengintegrasikan ke dalam masyarakat. Kebijakan tersebut mendapatkan persetujuan dari banyak anggota Partai Konservatif yang berkuasa.
Seorang wakil dari Uni Demokratik Kristen(CDU), Frank Henkel, mengutip contoh sekolah-sekolah umum di Turki, di mana jilbab dilarang, mengatakan jilbab sebagai “penghalang untuk integrasi” harus dicabut dari sekolah-sekolah Jerman.
Menurut Sasha Steur, kepala bidang pendidikan CDU di parlemen di Berlin, “Jilbab adalah suatu bentuk segregasi”. Dia mengatakan bahwa sekolah tampak lebih banyak perempuan Muslim berjilbab, yang memerlukan kekhususan, mencari pembebasan dari pelajaran pendidikan jasmani dan berenang.
Politikus Muslim percaya bahwa wanita dan anak perempuan harus memutuskan untuk diri mereka sendiri apakah harus memakai jilbab atau tidak.
Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Mohammed Badr, yang mewakili kepentingan komunitas Muslim melakukan negoisasi dengan pihak berwenang, yang disebut Kanselir Jerman untuk mengakhiri “budaya perang” yang dilancarkan oleh para politis, seperti Thilo Sarrazin.
“Mereka terus menerus menambahkan bahan bakar ke dalam api, menyalakan sentimen anti Islam di masyarakat,” kara Mohammed.
Referendum baru-baru ini untuk melarang pembangunan menara di Swiss, dianggap sebagai bagian demokrasi ketika mereka menikam kebebasan kaum Muslim untuk membangun menara Masjid. Menurut jejak pendapat baru-baru ini, 44% warga Jerman bersedia untuk berbagi pandangan dengan Swiss yang memilih larangan.
Sementara itu, pekan lalu kampanye anti-Muslim telah mulai digelorakan di Jerman untuk memenangan pemilih menjelang pemilihan daerah di North-Westphalia.
Semakin jelas, demokrasi telah menipu kaum Muslim. Di negeri kaum Muslim mereka menggelorakan demokrasi dan kebebasan. Sementara di negeri Barat, kaum Muslim dikekang kebebasannya untuk melaksanakan perintah Allah Swt. untuk berjilbab. Lalu atas alasan apa, kaum Muslim di negeri ini malah mengikuti kebabasan barat, ketika kebebasan tersebut telah menyebabkan kaum Muslim di barat menderita.
Semakin nyata, kepalsuan demokrasi dan liberalisme yang selalu digembar-gemborkan Barat atas kaum Muslim. Demokrasi dan liberalisme sudah selayakanya dibuang ke tong sampah, dan sudah saatnya kaum Muslim kembali kepada agama mereka, yakni Islam. Kaum Muslim hanya membutuhkan satu kesatuan politik yang akan melindungi para muslimah. Khilafah Islamiyyah insya Allah tidak akan lama lagi. [m/qv/syabab.com]
wanita muallaf muslimah inggris December 29, 2009
Posted by informationmedia in video.Tags: britain, christian, inggris, islam, islamic, kristen, muallaf, muslimah
1 comment so far
KHILAFAH CONFERENCE JAKARTA December 29, 2009
Posted by informationmedia in video.Tags: conference, islam, jakarta, khalifah, khilafah, konferensi
1 comment so far
Sebuah Masjid di Inggris Dibakar oleh Para Penjahat hingga Ludes December 29, 2009
Posted by informationmedia in politics.Tags: bakar, britain, burn, fire, inggris, islam, masjid, mosque
1 comment so far

Syabab.Com – Muslim di Inggris kembali menjadi target serangan pihak-pihak yang membenci Islam dan kaum Muslim. Sebuah masjid di Inggris dibakar oleh pelaku kejahatan. Demikian dilaporkan The Daily Telegraph, Senin, 28/12/09. Masjid beserta bangunan di sebelanya Pusat Pendidikan Islam ikut terbakar. Pembakaran masjid ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir ini.
Sepuluh petugas pemadam kebakaran dipanggil untuk memadamkan Masjid Cradley Heath dan Islamic Centre di Plant Street, Cradley Heathe, dekat Dudley di Midlands Barat, di Boxing Day.
Tetapi mereka tak dapat menyelamatkan bangunan masjid. yang secara keseluruhan dihancurkan di dalam serangan. Ini adalah kedua kalinya masjid tersebut menjadi target serangan dalam beberapa tahun terakhir.
Pusat pendidikan Islam pun ikut dibakar selama serangan pada pukul 10.15 di Boxing Day. Tim pemadam pembakaran mengatakan kebakaran tersebut mulai sengaja dan polisi sekarang tengah melakukan investigasi.
Sekitar 400 jamaah secara rutin menggunakan masjid tersebut. Pemimpin masjid sekarang berhadapan untuk mencari tempat pengganti bagi para jamaah.
“Ini bukan pertama kalinya kami telah menjadi target,” kata Vasharat Ali, sekretaris Masjid dan Islamic Centre. “Ada serangan serupa empat atau lima tahun yang lalu.”
“Bangunan ini benar-benar hancur dan semua buku yang kita gunakan oleh anak-anak di sebelah pusat pendidikan telah rusak oleh air,” katanya lagi. [m/telgrp/syabab.com]
