jump to navigation

Kedudukan & Peranan Masjid Dalam Islam, serta Tugas Universalnya bagi Kemaslahatan Dunia & Akhirat October 25, 2009

Posted by informationmedia in syariah.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Penyusun : SHALIH BIN GHANIM AS-SADLAN

Terjemah : Muhammad Khairuddin Rendusara. SAg

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Source: http://www.islamhouse.com/


Segala puji bagi Allah Ta’ala semata. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tiada nabi setelahnya, juga kepada seluruh keluarga dan sahabatnya Radhiyallahu ‘Anhum. Amma ba’du :

Masjid merupakan rumah Allah, tempat dimana manusia menyembah-Nya dan mengingat nama-Nya. Pengunjung di dalamnya adalah orang yang memakmurkannya, dan merupakan sebaik-baik bidang tanah Allah di muka bumi ini, sebagai menara petunjuk, serta corong agama. Ia adalah majelis dzikir, mihrabnya ibadah, menaranya pengajaran ilmu dan pengetahuan pokok-pokok syari’at. Bahkan ia merupakan lembaga pertama yang menjadi titik tolak penyebaran ilmu dan pengetahuan di dalam Islam !!!

Mengenai keutamaan masjid dan keagungan kedudukannya, maka terdapat banyak teks-teks agama (an-nushush) mengenai hal tersebut, diantaranya adalah :

Firman Allah Ta’ala :

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS.72:18).

Allah Subhanahu wa Ta’ala –sebagai Pemilik segala sesuatu- menyandingkan masjid-masjid kepada-Nya. Penyandaran masjid kepada-Nya merupakan pemuliaan dan mengagungan terhadapnya. Dan masjid bukanlah kepunyaan siapapun, melainkan Allah semata. Sebagaimana halnya dengan ibadah yang telah dibebankan oleh Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, maka tidaklah diperkenankan untuk dialihkan pelaksanaannya selain kepada-Nya saja.

Dalil lainnya, hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

.

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang di salah satu rumah-rumah Allah (masjid). Mereka membaca al-Qur`an dan saling mempelajarinya (bersama-sama) di antara mereka, melainkan (akan) turun ketenangan atas mereka, mereka akan diliputi rahmat, dan para Malaikat (hadir) mengelilingi mereka, serta Allah menyebutkan (nama-nama) mereka di hadapan (para Malaikat) yang berada di sisi-Nya.”[1]

Diantara dalil lain yang menunjukkan kedudukan masjid di sisi Allah Ta’ala, bahwa yang memakmurkannya baik secara material dan imaterial, hanyalah makhluk Allah Ta’ala pilihan, yaitu dari kalangan para Nabi dan Rasul, serta para pengikut-pengikut mereka dari orang-orang yang beriman, Allah Ta’ala berfirman :

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): ‘Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang’.” (QS. 2:127-128).

Dan firman Allah Ta’ala tentang orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid-Nya :

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 9:18).

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan kepada siapa saja yang membangun masjid di muka bumi ini yang dilandasi dengan niat karena Allah Ta’ala semata, maka Allah Ta’ala akan membangunkan rumah baginya di surga. Sebagaimana dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

‘Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, (niscaya) Allah akan membangunkan baginya yang semacamnya di dalam surga’.”[2]

Jika masjid dikehendaki memainkan peranan-peranannya, maka dimungkinkan untuk menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga lain, yang pada akhirnya akan mewarnai kehidupan masyarakatnya, dengan celupan islami yang pernah mewarnai komunitas masyarakat pertama di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan generasi awal dari kalangan para sahabat dan tabi’in Radhiyallahu ‘Anhum dan zaman-zaman kecemerlangan Islam.

Sudah selayaknya lembaga-lembaga ini saling bekerjasama dengan masjid di bidang penyuluhan dan pembudayaan. Dan lembaga-lembaga ini bekerja secara menyeluruh dan terprogram rapi, sehingga menghasilkan produk muslim yang soleh.  Sesungguhnya peran masjid dalam realitasnya, merupakan bagian integratif bersama peran-peran lembaga-lembaga lainnya di dalam masyarakat. Dari masjidlah, lembaga-lembaga ini menjalankan kegiatan-kegiatannya yang mengurai berbagai belitan, serta berpartisipasi dalam merajut kehidupan masyarakat.

Sesungguhnya masjid masih tetap menjalankan peranannya yang agung ini selama berabad-abad, dan berlangsung hingga saat ini dimana umat Islam yang secara internal berada pada tingkatan “buih lemah yang mengapung”. Sementara secara ekstrenal, kekuatan jahat, kezaliman secara terang-terangan memaklumatkan permusuhan dan peperangan atas umat Islam. Peranan masjid menjadi melemah dan terkulai, mata airnya mengering, terjadi di hampir kebanyakan negeri-negeri Islam !!! Demikian itu disebabkan kelengahan, kedustaan dan niat-niat buruk sebagian mereka kepada yang lainnya.

Ditengah-tengah kondisi yang terpuruk ini, dan ditengah-tengah kelompok-kelompok yang bertujuan untuk mencukur masjid dari misi dan tugasnya di dalam masyarakat. Ruh Islam tidak pernah pudar, bahkan ia terus mengalir di setiap pembuluh darah dunia Islam dengan aliran yang alami dan tenang. Lalu mendorongnya kepada Islam, dengan dorongan yang berkesinambungan. Lalu hasil dari ini semua, terbangunnya kesadaran dan terjadinya kebangkitan yang penuh keberkahan. Masjid mulai mempersiapkan dirinya untuk menjalankan perannya sebagai pemandu masyarakat muslim dalam pengarahan, pendidikan dan pembinaan. Sebagai sel-sel hidup yang mengalir dengan gerakan dan pelayanan, untuk melaksanakan perannya dan menjalankan kewajibannya bersama dengan lembaga-lembaga lainnya, seperti di rumah, sekolah, barak-barak militer, dan taman-taman bermain … dsb, (dengan) bahu membahu bersama-sama di medan penyadaran dan penyuluhan.

Dan ceramah ini, berusaha untuk menjelaskan tentang daya pengaruh masjid, dengan tajuk “Masjid & Pengaruhnya dalam dunia Pendidikan”, yang merupakan upaya sederhanaku yang telah aku persiapkan menyangkut apa yang aku ketahui mengenai peran cerdas masjid. Juga sebagai kontribusi bersama Departemen Urusan Islam, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan di kesempatan yang berharga bagi kami, yaitu berlalunya 100 (seratus) tahun berdirinya Kerajaan Saudi Arabia, sambil bermohon kepada Allah Ta’ala agar berkenan memberikan petunjuk atas langkahnya dan menetapkan jalannya, sesungguhnya Dia Maha mendengar dan Maha mengabulkan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Islam wa al-Hadharah wa Daur asy-Syabab al-Muslim, an-Nadwah al-‘Alamiyah  li asy-Syabab al-Islami (WAMY), Cet.8, th.1405H-1406H
  2. Al-Jami’ Li Ahkam al-Qur`an, karya al-Qurthubi.
  3. Ad-Daur at-Tarbawi lil Masjid, DR. Faraghli Jad Ahmad (Majalah Asy-Syari’ah wa ad-Dirasat al-Islamiyah), edisi.6, 1406H, Rabi’ul Awwal
  4. Min Qadhaya al-Fikr al-Islami, an-Nadwah al-‘Alamiyah  li asy-Syabab al-Islami (WAMY), 1406H, Cet.3
  5. Al-Masjid wa Dauruhu at-Ta’limi ‘Ibar al-‘Ushur min Khilal al-Halaqat al-‘Ilmiyah, Abdullah Qasim al-Wusyaili, Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, 1408 H
  6. Manahij at-Ta’lim fi al-Masajid wa Uslub at-Tadris fiha, Prof. Muhammad ‘Abdul Alim Mursi, bersumber dari sub Pembahasan Pengantar untuk Konferensi Islam II, di London (Bertajuk: Kaum Muslimin di Barat), 1-3, 1414 H.
  7. Watsa`iq Mu`tamarat Wa Wizara` al-Auqaf Wa asy-Syu`un al-Islamiyah (Kumpulan Dokumen Konferensi-konferensi dan Kementerian Wakaf serta Urusan Islam) Kerajaan Saudi Arabiyah, Konferensi I, II, III, th.1409H.

[1] HR. Muslim (Zikir, doa, taubat dan istighfar, no.2699) dan bagian dari hadits No.2700. HR. Tirmidzi (al-Qira’at, no.2945). HR. Abu Daud (Shalat, no.1455), HR. Ibnu Majah (Al-Muqaddimah, no.225). HR. Ahmad (II/252).

[2] HR. Bukhari (Shalat, no.439) & I/453. HR. Muslim (Masjid-masjid dan tempat-tempat shalat, no.533), HR. Tirmidzi (Shalat, no.318), HR. Ibnu Majah (Masjid-masjid dan Jama’ah-jama’ah, No.736), HR. Ahmad, I/61, HR. Ad-Darimi (Shalat, no.1392).

About these ads

Comments»

1. RUDY ERMAWAN, ANAK BELITUNG, FAI/PAI/2006/UMY - December 3, 2009

ada seorang buta datang kepada Nabi,dan bertanya wahai Nabi saya ini buta, dan tidak ada orang yang menuntun saya, apabila mau solat berjamaah kemasjid, Nabi bertanya, apakah kamu mendengar suara azan, maka si buta menjawab, ia nabi saya mendengar suara azan, maka nabi dengan tegas mengatakan kepada si buta, kamu harus shalat berjamaah kemasjid.
Kalau kita punya akal dan hati yang bersih, sudah bisa memahami. Nahhhhhhhh Apalagi kita yang normal yang bisa melihat, uda seharusnya yntuk tergerak hatinya kemasjid, ……….ingat kawan uda saat nya kita bertubat, ,,,,,,,,,,,,,Ingat kawan,hidup ini hanyalah sementara, ,,,,,,,,,,,,,,Ingat kawan haya dengan mengigat ALLah hati menjadi tentram……………Mulai sekarang ayo kita makmurkan masjid yaitu Rumah Allah. ………………iNGAT KAWAN HANYA ORANG YANG BERIMAN YANG MEMAKMURKAN MASJID, ………aPAKAH KITA SUDAH TERMASUK ORANG-ORANG YANG BERIMAN……………bACA AL-QUR’AN SURAT AT-TAUBAH AYAT 18…………………….JAZAKUMILLAH KHOIR

2. RUDY ERMAWAN, ANAK BELITUNG, FAI/PAI/2006/UMY - December 3, 2009

INGAT KAWAN SIAPA YANG MENCIPTAKAN KITA, YANG MEMBERI OKSIGEN DENGAN GRATIS, ……………….AYOLAH BERPIKIR, DULUNYA KITA TIDAK ADA SEKARANG ADA, …………………………AYO MENDEKATKAN DIRI INI DENGAN BERAMAL SEBAGAI BEKAL KITA DI HARI KIAMAT,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,AYO BERTAUBAT HIDUP PALING LAMA HANYA 80 TAHUN ……………………………ALLAHU A’LAM

3. RUDY ERMAWAN, ANAK BELITUNG, FAI/PAI/2006/UMY - December 3, 2009

Ya Allah aku bersyukur kepada Enkau yang telah memberikan kesempatan pada diriku untuk melanjutkan pendidikan, ya Allah ini adalah jalan Mu, ketetapan Mu dan karunia Mu yang terbesar yang sudah seharusnya diri ini bersyukur dan bersujud atas amanah ini, ya Allah tidak ada kata-kata yang terucap melainkan Alhamdulillah Allahu Akbar La haula wa Quata illa billahil’dzim. Dan juga aku ucapkan penghargaan kepada kedua orangtua ku yang tercinta yang ku sayangi dan ku banggakan hingga akhirnya dengan usaha dan kerja keras aku bisa melanjutkan pendidikan. Ya Allah ampunilah segala dosa dan panjangkanlah umurnya masukanlah mereka berdua kedalam surga Mu.Ya Allah begitu besar jasa mereka yang telah mendidik aku sehingga aku bisa mengenalMu, ya Allah, hindarkan mereka dari fitnah, dan jagalah mereka, ya Allah aku sangat sayang dengan mereka, tidak ada kata-kata yang pantas untuk keluar kecuali terima kasih ayah terima kasih ibu, aku berjanji akan berusaha menjadi anak yang bisa membahagiakan dan berdoa supaya selalu mendapat naungan dari Allah. O ayah dan ibuku tercinta begitu banyak kesalahan yang telah aku perbuat, memalukan, menyedihkan, yang mengakibatkan kecewa dan sakit hati, ya Allah ampunilah kesalahan yang telah aku perbuat. Sungguh sangat memalukan kelakuan diriini, yang selalu menuruti hawa nafsu, ya Allah aku yakin Engkau maha pengampun atas segala dosa yang telah diperbuat hamba Mu yang hina ini, yang selalu merasa suci padahal memiliki beribu kesalahan dan dosa. Oleh karena itu ampunilah aku dan jadikanlah aku anak yang selalu membahagiakan kedu orang tua ku

Ketika aku menatap langit diwaktu malam, aku melihat ada bintang dan bulan, hati ini terasa tenang dan bahagia
Ketika aku menatap langit diwaktu siang, aku melihat ada matahari, mata ku terasa pedih dan sakit
Ketika aku menatap wajah kedua orang tua ku, aku melihat ada bintik-bintik hitam, hati ku terasa indah dan bahagia

Orang tua bagaikan bintang dan bulan yang membuat hati ini terasa tenang, bahagia dan indah. Mereka selalu disisiku, dihatiku, walaupun terkadang jarak yang selalu memisahkan. Dan juga orang tua bagaikan matahari, ketika dilihat, dipandang mata terasa pedih dan sakit, padahal matahari telah memberi manfaat yang luar biasa, yang telah menyinari, menerangi alam semesta. Aku sering berpikir negatif dengan orang tuaku ketika mereka memarahi dan memukul diriku, adalah perbuatan yang menyakitkan dan tidak mendidik, padahal semua yang mereka lakukan adalah karena sayangnya cintanya dengan diriku.

Aku teringat ketika akhir ujian nasional, pada waktu itu kelas atau sekolah MAN tempat aku menuntut ilmu digabungkan dengan pondok pesantren At-Taqwa.dan pondok tanjung tinggi. Ketegangan dan keseriusan masing-masing dari kami udah tampak kelihatan. Ada yang duduk menyendiri dalam membaca buku, tetapi ada juga diantara kami yang bercanda, tertawa, akan tetapi tidak menghilangkan ketegangan yang kami rasakan, karena standar kelulusan pada saat itu harus diatas 4,25. Adapun yang diujikan pada saat itu adalah tiga mata pelajaran yaitu ekonomi, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.

Ketegangan dan ketakutan bercampur dengan kegembiraan ketika pada saat ujian aku melihat ada seorang ahkwat dari pondok pesantren at-Taqwa, yang pada saat itu ikut gabung dalam ujian nasional. Aku melihat dia orang yang solehah, taat beribadah, penampilan sesuai syar’i.Tiba-tiba muncul didalam lubuk hati ku yang paling dalam dan terbesit bahwa dia cocok untuk dijadikan istri. Maka pada saat itu aku mulai bertindak dan berusaha untuk mengambil hati dan perasaannya, berbagai usaha aku lakukan untuk mendapatkannya, mulai dari melihat kartu ujian yang tertempel dimeja, sampai meminta nomor hp, berbagai usaha aku lakukan untuk mendapatkannya. Karena aku yakin dia cocok menjadi istri dari anak-anakku nanti, sebagai pendidik, dan penyenang hati ketika melihat wajahnya, karena selain baik ahklaknya cantik juga wajahnya. Wajar ketika aku jatuh cinta dengannya, karena fitrah manusia atau kaum adam tertarik dengan lawan jenisnya, selama rasa cintanya itu tidak berlebih-lebihan. Karena cinta yang sesungguhnya adalah kepada sang Pencipta yaitu Allah SWT.

Terkadang aku berpikir, bahwa kenikmatan yang paling indah adalah ketika memiliki istri yang solehah, ketika dipandang menyenangkan hati, ketika ada masalah ada tempat curhat, ketika sakit ada yang mengurusi, ketika malam diwaktu yang dingin ada yang menemani, ketika badan terasa capek ada yang memijiti, ketika memiliki anak ada yang mendidiknya dengan menjadikan anak yang dekat dengan Allah SWT. Ya Allah aku memohon kepadaMu semoga aku mendapatkan istri yang solehah yang dekat dengan Mu.

Dengan hadirnya dia waktu ujian, tidak membuat aku hilang dari ketakutan dan ketegangan. Yang sangat menentukan lulus atau tidaknya, karena aku uda berniat untuk melanjutkan pendidikan diyogyakarta. Ketegangan sangat memuncak ketika sudah mendekati hari pengumumam kelulusan, dan pada waktu malam hari aku dengan rian pergi kesalah satu guru yang bernama pak Fauzi yaitu guru mata pelajaran matematika, dan aku bertanya tentang kelulusan, karena aku yakin beliau mengetahui siapa saja yang lulus atau tidak lulus. Akan tetapi beliau tidak mau memberi tahu, hanya yang tamapk dari wajahnya hanya senyuman, dan aku terus memaksa supaya beliau ngasih tau tetapi tetap beliau tidak mau bicara, yang terlontar dimulutnya hanyalah tunggu aja hari H nya aja. Akhirnya aku bersama rian pulang kerumah,

Doa yang sering aku lontarkan adalah ” ya Allah luluskanlah aku dalam ujian nasional, aku berjanji apabila aku lulus dalam ujian nasional aku akan bersungguh-sungguh menjadi orang yang selalu mendekatkan diri kepada Mu, dan apabila aku tidak lulus mungkin aku akan menjadi orang yang jauh dari Mu” setiap selesai solat aku selalu berdoa semoga Allah mengabulkan doa ku, karena niat ku yang kuat untuk kulia.

Ketika hari pengumuman kelulusan tiba, pada waktu yang sangat pagi sekali aku langsung bergegas kerumah wali kelas yaitu pak oce, ketika aku sampi dirumahnya, aku tidak menemukan beliau akan tetapi hanya istrinya, dan aku pun langsung bertanya tentang kelulusan, akan tetapi mungkin dengan rasa takut, istrinya pak oce tidak mau ngasih tau, akan tetapi aku terus memaksanya supaya angkat bicara, mungkin dengan desakan yang aku lakukan, akhirnya menyebutkan anak-anak yang tidak lulus, ”ada tiga anak yang tidak lulus” kata istri pak oce dengan suara pelan dan jangan kamu kasih tau dengan yang lainnya’ akan tetapi pada saat itu hanya menyebutkan dua anak, yang satunya lupa, dan tentunya aku semakin gerogi jangan-jangan aku yang satunya, tetapi istrinya pak oce menyebutkan ciri-cirinya. Dengan mendengar penjelasan, aku mulai legah, dan gembira sekali, akhirnya niat dan keinginan aku untuk kulia bisa terwujud tanpa harus paket C.

Hati gembira bercampur kaget, karena tidak menyangka, temanku yang rajin dan semangat dalam belajar tidak lulus. Apakah ini sebuah cobaan atau nasib buruk bagi teman ku. Allahu a’lam (hanya Allah yang maha tahu). Dan sekitar jam 09.00 wib aku dengan ayahku langsung pergi ke sekolah untuk mendengar dan mengambil hasil kelulusan, ketika udah sampai di sekolah ayah ku langsung masuk kelas, sedangkan aku diluar bersama teman-teman sambil menunggu hasil ujian. Pada saat itu aku santai-santai aja dan tidak tegang lagi karena sudah tau hasil kelulusan, tetapi teman-teman ku tampak dari wajahnya rasa takut dan tegang bersampur sedih karena pada waktu itu adalah hari perpisahan, dimana selama tiga tahun kami selalu bersama, bercanda, tertawa, bermain, suka duka selalu kami hadapi bersama, sebenarnya hati ini sulit untuk berpisah dengan mereka, akan tetapi takdir dan waktulah yang memisahkan kami.

Pada waktu ayah ku dan ayah teman-teman ku keluar dari kelas, masing-masing dari kami menghampiri, dan akupun langsung membuka dan al-hamdulillah aku lulus, luar biasa kegembiraan pada saat itu tidak dapat terbendung lagi, rasanya hati ini mau meledak dan menangis terharu, dan ayah ku tersenyum gembira melihat diri ku. Dan aku pun langsung berkumpul dengan teman-teman dan ayah ku pulang dengan naik bus. Aku dan teman mengumpulkan uang untuk membeli cat, dan ketika cat uda terkumpul, kami saling menyemprot cat ke baju, celana, dan kepala, dan kami kompoi keliling-keliling pakai motor, kegembiraan tidak bisa terkontrol dan terkendali. Sebenarnya aku tahu bahwa itu perbuatan yang kurang baik, tetapi pada saat itu akal sehat tidak bisa berperan, karena udah terkalahkan oleh rasa gembira yang memuncak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: